asuransi syariah

Di masa sekarang, asuransi kesehatan merupakan aspek penting yang wajib dimiliki setiap orang. Secara sistemnya, ada dua jenis asuransi yang bisa dipilih, yakni asuransi kesehatan syariah dan asuransi konvensional. Meski sama-sama memberikan proteksi kesehatan, keduanya memiliki sejumlah perbedaan.

Sederhananya, asuransi syariah dikelola dengan prinsip pada syariat Islam. Sementara asuransi konvensional menggunakan prinsip jual beli risiko. Nah, berikut ini 5 perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional yang perlu Anda ketahui.

  • Asuransi Syariah Tidak Menerapkan Dana Hangus 

Pada asuransi konvensional, terdapat istilah ‘dana hangus’ apabila asuransi tidak diklaim. Artinya, premi yang dibayarkan oleh tertanggung tidak dapat dicairkan. Hal ini berbeda dengan sistem syariah, di mana nasabah asuransi dapat mengambil dana yang dibayarkan pada saat masa penganggungan berakhir bila tidak pernah mengklaim manfaat asuransi. Seperti dilansir dari 99.com, sebagian dana yang dibayarkan digunakan untuk dana tabarru. Selain itu, nasabah yang tidak sanggup membayar premi asuransi syariah dapat menutup asuransi mereka dan mendapatkan pengembalian dana sesuai dengan yang telah dibayarkan.

  • Perbedaan Pada Akad Asuransi 

Perbedaan lain antara asuransi syariah dan konvensional terletak pada akadnya. Asuransi konvensional memberlakukan akad jual beli saat nasabah mendaftarkan asuransi. Sedangkan pada asuransi syariah, akad yang digunakan adalah takaful atau bersifat tolong menolong. Artinya, kedua belah pihak terikat perjanjian untuk saling tolong menolong dalam kondisi tertentu. Pihak asuransi menolong nasabah dengan menanggung biaya kesehatan, dan nasabah menolong dengan dana tabarru. 

  • Prinsip Dasar yang Berlaku 

Dilansir dari situs Merdeka, prinsip dasar yang berlaku pada asuransi syariah dan konvensional juga berbeda. Pada asuransi konvensional, perusahaan asuransi yang akan menanggung risiko atas nama tertanggung, karena pemindahan resiko-nya bersifat penuh. Meski begitu, tidak semua poin bisa ditanggung oleh pihak asuransi. Sementara asuransi syariah menerapkan risk sharing, yang berarti peserta dan perusahaan asuransi saling membantu dan tolong menolong dalam hal menanggung risiko.

  • Kepemilikan Dana dan Pengelolaan 

Pengelolaan dana yang diterapkan pada asuransi syariah dan konvensional juga memiliki perbedaan. Pada asuransi syariah, perusahaan berperan sebagai pengelola dana nasabah tanpa adanya hak milik. Artinya, semua dana yang dibayarkan menjadi milik peserta asuransi dan dikelola secara transparan. Sedangkan pada asuransi konvensional, dana dikelola sesuai dengan perjanjian dan jenis asuransi yang dipilih.

  • Perbedaan Pengawasan Asuransi 

Dana asuransi syariah dikelola dan diawasi langsung oleh pihak ketiga. Dalam hal ini adalah Dewan Pengawas Syariah (DPS). Peran DPS adalah memastikan dana asuransi dikelola sesuai dengan syariat Islam. Sementara pada asuransi konvensional, dana dikelola dan diawasi oleh hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Nah, itu tadi perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional. Selain lima poin di atas, ada beberapa aspek yang membedakan antara asuransi syariah dan konvensional, seperti zakat, wakaf, hingga pembayaran klaim asuransi. Semoga bermanfaat.

 

By cine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *