aplikasi efaktur

Setiap kali melakukan transaksi, pengusaha kena pajak (PKP) diwajibkan untuk membuat faktur. Faktur ini menjadi bukti utama atas pemotongan pajak yang dilakukannya. Untuk membuatnya, pengusaha dianjurkan untuk menggunakan aplikasi efaktur.

Aplikasi ini sudah memiliki format yang sesuai dengan ketentuan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Selain itu, aplikasinya mendukung dalam perhitungan cepat sehingga pengusaha tidak perlu repot untuk menghitung nilai pajak secara manual.

Adanya format tersebut membuat pembuatannya jauh lebih efisien. Lantas, bagaimana cara menggunakan aplikasi efaktur tersebut? Sebelum mencoba untuk menggunakannya, mari kenalan dengan aplikasi dan kelebihannya di bawah ini.

Apa Itu Aplikasi Efaktur?

Sederhananya, ini merupakan sebuah aplikasi yang berguna untuk membuat faktur pajak secara elektronik. Karena pada dasarnya, pembuatan faktur ini memang dilakukan dengan memanfaatkan bantuan aplikasi dan perangkat elektronik.

Pembuatan faktur sendiri sangat diperlukan. Terlebih bagi pengusaha yang merupakan target wajib pajak. Karena, kegiatan bisnisnya memang masuk dalam kategori kena pajak. Contohnya jualan barang mewah atau produk yang memiliki nilai tinggi.

Fungsi faktur pajak yang utama ialah menjadi tanda bukti adanya pemotongan pajak yang dilakukan oleh PKP. Bukti ini yang akan menguatkannya di mata hukum. Setidaknya, pengusaha tidak perlu lagi dicurigai sebagai seseorang yang belum memenuhi kewajibannya.

Dirjen pajak pun sudah memberikan lampu hijau. Ketika pengusaha sudah mendapatkan tanda bukti ini, tidak ada alasan untuk menghentikan kegiatan dari pebisnis.

Kelebihan dari Aplikasi Efaktur

Penggunaan dari aplikasi efaktur ini dilandasi oleh sejumlah kelebihannya. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Efisien Waktu

Setiap pengusaha yang terkena pajak memang harus membuat tanda bukti berupa faktur. Khususnya ketika mengeluarkan produk ke tangan pembeli.

Pengeluaran faktur ini akan terekam dengan nomor seri sendiri. Begitu pula, harus ditanda tangani untuk membuktikan keabsahan dari faktur.

Perhitungannya juga harus tepat. Berikut dengan berkas yang harus terkumpul sesuai ketentuan.

Banyaknya proses yang dibutuhkan tentunya akan menyita banyak waktu. Beruntungnya, waktu memprosesnya bisa diperpendek dengan bantuan aplikasi.

Aplikasi dari efaktur ini sudah dilengkapi dengan perhitungan pajak secara otomatis. Anda hanya perlu memasukkan data yang sesuai.

Selain itu, pembuatannya sekaligus mampu mengeluarkan nomor seri faktur secara otomatis. Bahkan, tidak perlu membubuhkan tanda tangan lagi lantaran proses ini dilakukan menggunakan peralatan elektronik.

2. Lebih Aman

Aplikasi ini juga memberi ketenangan bagi pembeli. Pembeli bisa memastikan apakah PPN yang dibayarkan sudah dilaporkan pada DJP atau belum.

Pembeli hanya tinggal meminta Salinan faktur ini pada penjual. Dan penjual tinggal mengirimkan Salinan ini melalui media elektronik.

Untuk memastikan keamanannya, e-faktur ini bisanya sudah memiliki QR Code. Ketika dipindai, maka muncul data yang valid.

3. Minim Risiko Data Fiktif

Aplikasi ini menjadi sarana bagi DJP dalam memonitor perpajakan. Wajib pajak yang telah menggunakan aplikasi ini akan terpantau dengan baik.

Adanya pemantauan ini memungkinkan DJP dalam meminimalisir data fiktif yang dilakukan oleh pebisnis. Dengan kata lain, DJP memang dapat mengelola kinerja di dunia perpajakan dengan lebih baik.

Fitur Aplikasi Efaktur

Cukup banyak fitur yang disematkan dalam aplikasi E-Faktur. Salah satu yang utama ialah fitur Prepulated.

Fitur ini memungkinkan pengusaha untuk melakukan pengisian informasi berdasarkan rekaman informasi sebelumnya. Artinya, fitur ini sudah tersinkronisasi dengan sistem di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Setiap transaksi akan terekam dengan sangat baik. Tentunya, ini akan bekerja secara otomatis. Caranya dengan membuat draft terlebih dahulu sesuai dengan kegiatan yang akan Anda lakukan.

Ketika melakukan transaksi di hari berikutnya, praktis data ini akan berjalan sesuai dengan pengaturan sebelumnya. Anda tidak perlu lagi membuatnya secara manual. Bahkan, bisa memanfaatkannya langsung untuk kebutuhan pelaporan.

Contohnya ialah segera menyampaikan SPT melalui sebuah sistem. Semakin cepat dalam pelaporan, kegiatan dalam bisnis ini akan berjalan lebih cepat. Dan inilah yang akan mendukung pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya secara cepat.

Selain itu, pebisnis pun dapat melakukan pengaturan lebih lanjut. Contohnya ketika terjadi pembatalan atas transaksi. Praktis, pebisnis perlu mengatur pembatalan dalam pembuatan faktur. Dan ini bisa dilakukan langsung melalui aplikasi sehingga pebisnis tidak kehabisan waktu.

Berbeda jika pebisnis melakukannya secara manual. Ini hanya akan membuat dirinya terfokus pada bagaimana menyelesaikan proses pembuatan faktur dan pelaporannya. Ini jelas akan menyita banyak waktu.

Banyaknya waktu yang terbuang hanya akan membuat kinerja bisnisnya berhenti sejenak. Dan ini hanya akan merugikan diri sendiri. Pebisnis pun berisiko tertinggal dari pesaing.

Cara Menggunakan Aplikasi Efaktur

Seperti disinggung sebelumnya, penggunaan efaktur pajak ini lebih efisien waktu. Jika Anda ingin memperoleh kelebihan ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjalankan aplikasi tersebut. Di antaranya sebagai berikut.

1. Persiapan sebelum Mengunduh Aplikasi

Jika sebelumnya Anda belum pernah menggunakan, Anda perlu melakukan pemberkasan terlebih dahulu. Pemberkasan dibutuhkan untuk keperluan administrasi.

Bawalah berkas ke KPP di sekitar. Setelah itu, pastikan untuk memperoleh nomor E-FIN. Nomor ini berguna untuk keperluan registrasi.

Setelah memperolehnya, lanjutkan dengan registrasi akun. Registrasi ini dilakukan secara online.

Anda hanya perlu mengakses masuk ke web e-NOFA. Ikuti instruksi yang ditentukan dalam proses registrasi hingga berhasil.

2. Unduh Sesuai Spesifikasi Komputer

Software Efaktor ini semakin dipertinggi versinya. Pembaharuan versi tentunya diikuti dengan pembaharuan fitur yang memungkinkan wajib pajak untuk mendapatkan banyak kemudahan.

Tetapi, software ini bisa berjalan dengan baik ketika dipasang pada komputer yang tepat. Artinya, spesifikasi komputer sangatlah menentukan.

Di sini, Anda harusnya mencermati tentang kompatibel komputer dengan software. Jika belum memilikinya, dapatkan komputer terbaik yang spesifikasinya mumpuni untuk menjalankan aplikasi tersebut.

Ketika komputer memang sesuai, aplikasi ini akan terbuka dengan baik. Anda pun dapat menggunakan aplikasi tanpa kendala.

3. Gunakan dengan Mengisi Data Faktur

Sebagai bukti dari penyetoran pajak, fungsi faktur pajak ini memang harus didapatkan secara penuh. Wajib pajak wajib membuatnya agar tidak dinilai belum melakukan pembayaran sama sekali.

Apabila Anda sudah registrasi dan memiliki aplikasi, saatnya Anda mengoptimalkan aplikasi tersebut. Pengaplikasiannya sangatlah mudah.

Mulailah dengan membuka aplikasi dengan data registrasi. Kemudian, masukkan data faktur yang Anda miliki saat ini.

Setelah memasukkan data ini, sistem akan melakukan perhitungan secara otomatis. Outputnya, laporan dari faktur ini akan terbuat secara terperinci.

Anda tinggal mengirimkan laporan ini ke Dirjen Pajak sebagai bukti. Atau, mengirimkan pada pembeli ketika diminta kepastiannya.

Untuk pengirimannya, faktur ini sebenarnya tidak perlu dicetak. Karena, data utamanya sudah masuk ke DJP. Jadi, keabsahan dari data ini sudah didapatkan.

Tetapi jika ingin mencetaknya, itu pun tidak masalah. Cetakan faktur ini akan menjadi berkas yang mungkin bisa digunakan untuk berbagai keperluan lain.

Kesimpulannya, aplikasi faktur pajak online menjadi media terbaik saat ini untuk mendukung kelancaran pelaporan dari pajak pengusaha. Semakin cepat dalam melakukan pelaporan, bisnis akan lebih mudah mengalami kemajuan.

By cine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *